Seminar Awal Kajian Pemetaan Pengembangan Pendidikan Kejuruan Berbasis Potensi Unggulan Daerah di Provinsi Maluku Utara

Print Friendly and PDF
Seminar Awal Kajian Pemetaan Pengembangan Pendidikan Kejuruan Berbasis Potensi Unggulan Daerah di Provinsi Maluku Utara

Seminar Awal Kajian Pemetaan Pengembangan Pendidikan Kejuruan Berbasis Potensi Unggulan Daerah di Provinsi Maluku Utara

Seminar Awal Kajian Pemetaan Pengembangan Pendidikan Kejuruan Berbasis Potensi Unggulan Daerah di Provinsi Maluku Utara

Seminar ini merupakan kerja sama antara P3E Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Balitbangda Provinsi Maluku Utara pada tahun 2024. Topik yang diangkat berkaitan dengan pemetaan pendidikan kejuruan yang sesuai dengan potensi unggulan daerah, yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan ekonomi lokal.

Pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Dalam konteks Provinsi Maluku Utara, pengembangan pendidikan kejuruan perlu selaras dengan potensi unggulan daerah agar mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan ekonomi lokal. Kajian ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan serta peluang dalam pendidikan kejuruan berbasis potensi daerah guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) setempat.

Tujuan Kajian

  1. Menganalisis kondisi pendidikan kejuruan saat ini di Provinsi Maluku Utara.
  2. Mengidentifikasi potensi unggulan daerah yang dapat dijadikan basis pengembangan pendidikan kejuruan.
  3. Menyusun rekomendasi strategi pengembangan pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan global.
  4. Mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan kejuruan yang berbasis potensi daerah.

Provinsi Maluku Utara memiliki beberapa sektor unggulan yang dapat dikembangkan sebagai basis pendidikan kejuruan, antara lain : Sektor Kelautan dan Perikanan: Budidaya perikanan, pengolahan hasil laut, dan teknologi kelautan. Sektor Pertanian dan Perkebunan: Kakao, cengkeh, pala, dan kelapa sebagai komoditas utama. Sektor Pertambangan: Pengolahan hasil tambang nikel dan emas. Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Pengembangan wisata bahari dan budaya, serta industri kreatif berbasis kearifan lokal. Sektor Industri dan Manufaktur: Pengolahan bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah.

Sebagian besar SMK di Maluku Utara masih berorientasi pada jurusan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri lokal. Ketersediaan infrastruktur dan fasilitas pendidikan kejuruan masih terbatas di beberapa daerah. Keterlibatan dunia usaha dan industri dalam pendidikan kejuruan masih perlu ditingkatkan. Kurikulum dan metode pembelajaran perlu lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Kajian pemetaan ini memberikan gambaran awal tentang kondisi dan tantangan dalam pengembangan pendidikan kejuruan di Maluku Utara. Dengan strategi yang tepat dan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, pendidikan kejuruan berbasis potensi unggulan daerah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Berita Lainnya..

Link Terkait